SELAMAT DATANG DI BLOG ARRY PERDANATERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG INI

Selasa, 02 Desember 2014

CARA KERJA SATELIT DIBANDINGKAN KOMPUTER SEBAGAI SERVER

Satelit
Satelit adalah benda-benda yang mengorbit lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit Bumi. Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lainnya misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
Macam-macam satelit diantaranya :
1.      Satelit Astronomi, adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
2.      Satelit Pengamat Bumi, adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit. Satelit ini ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, dan pembuatan peta.
3.      Satelit Navigasi, adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik di permukaan bumi.
4.      Satelit mata-mata, adalah satelit yang juga berfungsi untuk mengmati bumi tetapi digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
5.      Satelit Cuaca, adalah satelit yang digunakan untuk mengamati cuaca dan iklim di Bumi.
6.      Satelit Komunikasi.

Cara Kerja Satelit
Cara kerja satelit secara sistem konvensional yaitu dengan mengirimkan sinyal dari komputer dan direlay oleh satelit tanpa dilakukan pemrosesan dalam satelit.
Komponen dasar dari transmisi satelit adalah :

1. Satelit Bumi => digunakan untuk mengirim dan menerima data.
2. Satelit (transponder)
Cara Kerja Komputer Sebagai Server

Komputer server merupakan sebuah komputer yang menyediakan pelayanan atau service tertentu yang berjalan di jaringan, baik jaringan internet ataupun intranet. Komputer server umumnya beroprasi 24 jam non stop.
Cara kerja komputer server sedikit berbeda dengan satelit. komputer server bekerja dengan menyediakan informasi berbentuk sistem database yang kemudian bisa diakses oleh komputer client. Komputer Server hanya menyediakan informasi untuk diakses tanpa bisa menerima informasi dari client. Dibutuhkan kapasitas memory yang sangat besar oleh Server untuk menyimpan data.

Standarisasi Orbit Satelit
Teknologi satelit muncul karena keterbatasan jarak untuk transmisi teresterial (permukaan bumi). Pada dasarnya telekomunikasi melalui teresterial bisa dilakukan menjangkau seluruh permukaan bumi apabila menempatkan tiga buah stasiun pengulang sinyal radio (relay station) di ruang angkasa pada suatu jarak tertentu. Stasiun relay (satelit) tersebut ditempatkan pada suatu lintasan yang disebut orbit. Pembagian jenis orbit menurut jaraknya dari permukaan bumi adalah:
1.    Low Earth Orbit (LEO)
Orbit ini dapat menjangkau keseluruh permukaan bumi secara merata, oleh sebab itu orbit ini digunakan untuk satelit-satelit keperluan riset ilmu pengetahuan, meteorologi/cuaca, militer, dan navigasi. Namun untuk keperluan komunikasi, diperlukan sejumlah satelit agar hubungan komunikasi tetap konstan, adapun karakteristiknya adalah sebagi berikut:
a.       Tinggi Orbit : 200-3000 km diatas permukaan bumi
b.      Peride Orbit : 1.5 jam
c.       Kecepatan Putar : 27.000 km/jam
d.      Waktu Tampak : < 15 menit
e.       Delay Time : 10 ms
f.       Jumlah satelit : 50
g.      Penggunaan : Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, System telekomunikasi bergerak (mobile)contohnya satelit Iridium dan global star.
2.    Medium Earth Orbit (MEO)
Bentuk orbit ini unik, dimana sudut inclinasinya adalah 63 derajat, dan untuk sekali putar dibutuhkan 12 jam. Untuk membentuk komunikasi yang kionstan perku disusun beberapa satelit ( minimal 3 satelit ) yang saling bergantian.
Keuntungan dari orbit ini adalah dapat melampaui kutub utara dan selatan, segingga orbit ini dipakai oleh system komunikasi satelit Soviet. Adapun karakteristiknya adalah sebagai berikut :
a.       Tinggi Orbit : Sekitar 6.000-12.000 km di atas permukaan bumi
b.      Periode Orbit : 12 jam
c.       Kecepatan putar : 19.000 km/jam
d.      Waktu tampak : 2-4 jam/hari
e.       Delay Time : 80 ms
f.       Jumlah Satelit : Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, System telekomunikasi bergerak (mobile)misalnya satelit Oddeysey dan ICO.
3.    Highly Elliptic Orbit (HEO)
Bidang orbit ini memotong bidang equator, dan jaraknya dari permukaan bumi sejauh 35.800 km. Satelit yang terletak di orbit ini kecepatannya sama dengan kecepatan bumi, oleh karena itu orbit ini disebut juga orbit GEOSTASIONER. Karena satelit pada orbit ini kecepatannya sama dengan kecepatan bumi, maka untuk keperluan komunikasi dapat berlangsung 24 jam.
Orbit ini banyak dipakai oleh satelit komunikasi domestic maupun internasional. Untuk system INTELSAT, satelitnya berada pada orbit ini. Untuk menjangkau keseluruhan permukaan bumi maka INTELSAT membagi tiga kawasan yaitu Pacific Ocean Region, Indian Ocean Region, dan Atlantic Ocean Region. Adapun karakteristiknya adalah sebagai berikut :
a.    Tinggi Orbit : Sekitar 35.000-36.000 km di atas permukaan bumi
b.    Periode Orbit : 24 jam
c.    Kecepatan putar : 11.000 km/jam
d.   Waktu Tampak : Selalu tampak (karena kecepatan putar satelit sama dengan kecepatan putar bumi)
e.    Delay Time : 250 ms
f.     Jumlah Satelit : 3




sumber :




Rabu, 20 November 2013

definisi new media beserta manfaat

Definisi New Media Beserta Manfaat dan Aplikasinya
Definisi New Media
New Media terdiri dari 2 kata yaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media yang berarti Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh New Media adalah Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD.iu
New Media merupakan perkembangan baru dari media-media yang telah digunakan manusia. Karakternya yang merupakan bentuk digital tentu memudahkan dalam bertukar informasi dan berbagai kegiatan lainnya. Namun dalam perkembangannya, New Media bisa memberikan nilai negatif juga, yaitu dapat mengakses situs yang berbau porno dan kekerasan dengan mudah dan memberikan efek ketagihan bagi penggunanya. Jadi sudah seharusnya perkembangan New Media diikuti juga dengan kebijakan orang yang memanfaatkannya.
Manfaat New Media
Dari penjelasan New Media diatas maka dapat diketahui New Media memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:
Arus informasi yang dapat dengan mudah dan cepat diakses dimana saja dan kapan saja.
Sebagai Media transaksi jual beli
Sebagai media hiburan contohnya game online, jejaring social, streaming video, dll
Sebagai media komunikasi yang efisien. Kita dapat berkomunikasi dengan orang yang berada jauh sekalipun, bahkan bertatap muka dengan video conference.
Sarana pendidikan dengan adanya buku digital yang mudah dan praktis
Berikut disampaikan juga beberapa kekurangan dari New Media yaitu sebagai berikut:
Terbukanya informasi menimbulkan kemungkinan pencurian data pribadi. Hal ini biasa dilakukan hacker dengan tujuan-tujuan tertentu.
Virus. Terbukanya arus informasi dan komunikasi juga dapat membawa virus yang berkedok aplikasi dengan mudah menyebar.
Rasa ketagihan berlebihan, contohnya pada saat bermain game online atau jejaring social.
Komponen New Media
Komponen dari new media yaitu : Handphone, Internet, dan Komputer. Handphone / Smart Phone dapat dijadikan sebagai komponen New Media karena dengan Smart Phone kita dapat mengakses bebesapa situs jejaring sosial diantaranya Facebook, Twitter, Email, Plurk, Heello, FourSquare, dan lain sebagainya.
Dengan SmartPhone kita dapat lebih cepat mendapatkan informasi yang kita inginkan atau juga memberikan informasi yang kita dapatkan sesuai dengan kenyataan. Misalkan di situs jejaring Twitter, kita dapat mendapatkan informasi tentang kejadian sekitar dengan memfollow akun yang berhubungan dengan berita yang baru. Internet dijadikan sebagai komponen New Media karena dengan Internet kita dapat mengakses berbagai informasi dimanapun kita berada. Internet memudahkan kita untuk melakukan sebuah interaksi sosialdengan manusia sekitar. Komputer dijadikan sebagai komponen New Media karenacomputer juga dapat memudahkan kita mendapatkan informasi. Ketiga komponen diatas tidak dapat saling dipisahkan, antara Smart Phone dengan Internetm dan juga Komputer dengan Internet. Ketiganya saling berkaitan dan harus seimbang dalam pemakaiannya.
Aplikasi New Media
Pada saat perkembangan teknologi sedag berkembang dengan sangta cepatnya, pasti banyak sekali produk-produk multimedia yang semakin banyak juga yang akan kita ketahui, baik itu melalui media massa, ataupun media elektronk seperti internet pada saat ini.
Seiring dengan berkembang pesatnya media saat ini, saya akan membahas tentang beberapa aplikasi new media yang sudah awam kita gunakan sehari hari sebagai sarana untuk membantu kita dalam berbagai bidang. Contohnya yang sudah sangat banyak digunakan oleh masyarakat adalah Facebook. Siapa yang tak kenal dengan jenis jejaring sosial ini? Dari mulai anak anak sampai orang dewasa bahkan sudah sangat familiar dengan nama ini. Begitu pula berbagai jenis aplikasi new media lain yang juga sudah banyak digunakan masyarakat. Beberapa contohnya akan saya bahas dalam artikel ini :
Facebook
Siapa sih yang kenal dengan nama ini? Ya, hapir semua orang sekarang memiliki akun Facebook, mulai dari anak anak sampai orang dewasa berlomba lomba memperluas jaringan sosial mereka dengan menggunakan salah satu jenis new media ini. Facebook adalah sebuah social networking yang baru saja dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg.Fitur fitur yang disediakan oleh Facebook cukup lengkap jika dibandingkan dengan social networking yang lain, fitur yang disediakan antara lain notes, wall, photos, aplikasi itunes, video, causes, dll, juga masih banyak aplikasi games, ataupun sejenisnya yang bisa digunakan melalui Facebook ini.
Youtube
YouTube adalah sebuah situs web video sharing (berbagi video) populer yang didirikan pada Februari 2005 oleh tiga orang bekas karyawan Paypal,:Chad Hurley, Steven Chen dan Jawed Karim. Menurut perusahaan penelitian Internet Hitwise pada Mei 2006 YouTube memiliki pangsa pasar sebesar 43 persen.
Para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Umumnya video-video di YouTube adalah klip musik, fil, TV serta video buatan para penggunanya sendiri. Format yang digunakan video-video di YouTube adalah .flv yang dapat diputar di penjelajah web yang memiliki plugin Flashplayer.
>> Wikipedia
>> Twitter
>> Myspace
Referensi :
http://barengrestu.wordpress.com/2013/11/12/aplikasi-new-media/
http://farisaqimuddin.wordpress.com/2013/10/14/new-media-definisi-pandangan-manfaat-komponen-aplikasi/ 

Senin, 17 Juni 2013

makna kesaktian pancasila terhadap kepribadian bangsa

“ MAKNA HARI KESAKTIAN PANCASILA”
            Setiap bulan Oktober kita selalu mengenang peristiwa penting bagi bangsa Indonesia yakni hari kesaktian Pancasila. Peristiwa Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (PKI) bagi bangsa Indonesia mungkin tidak akan pernah dilupakan, pasalnya dalam peristiwa tersebut menewaskan 6 jenderal yang dibunuh secara keji oleh PKI.
            Terbongkarnya sejarah hitam G 30 S/PKI itu kemudian dijadikan cikal bakal peringatan hari kesaktian Pancasila. Kita semua tahu dari pelajaran di sekolah apa sebabnya diberi nama hari kesaktian Pancasila.  Telah terbukti dalam sejarah bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau serta menumpas komunis dan PKI dari bumi Indonesia, menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran pada percobaan kudeta PKI tahun 1965. Meskipun sampai kini sejarawan masih melakukan kajian-kajian mendalam terhadap tudingan pelaku pembantaian keenam jenderal dan seorang letnan tersebut.
            Seiring dengan perkembangan politik dan mekanisme kepemimpinan di negara ini, maka lambat laun peringatan hari kesaktian Pancasila juga mulai dilupakan atau bahkan ditiadakan. Ketika di zaman orde baru hari kesaktian Pancasila begitu meriah diadakan baik dalam bentuk upacara maupun kegiatan lain baik di sekolah maupun instansi pemerintah. Maka kini seiring dengan perubahan-perubahan mendasar di bidang pemerintahan di era reformasi maka peringatan tersebut cenderung sepi dan mulai ditinggalkan.
            Peringatan pada momentum bersejarah penting untuk untuk dilakukan walaupun itu hanya dalam bentuk upacara saja. Tapi kenyataan yang terjadi sekarang sungguh sangat memprihatinkan, karena untuk upacara bendera hari kesaktian Pancasila yang tidak memakan waktu lebih dari dari satu jam saja hampir tiap sekolah tidak ada yang memperingatinya karena tidak ada seruan  dan himbauan baik itu dalam bentuk surat ataupun lainnya. Kalau toh ada ada sedikit peringatan hanya ditingkat pusat saja berupa tabur bunga di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta.
MENGAPA DILUPAKAN HARI KESAKTIAN PANCASILA...???
            Mungkin kini banyak yang lupa atau bahkan melupakan hari kesaktian Pancasila.  Sebab seiiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang ditandai dengan era globalisasi yang semakin pesat, kitapun seakan terbius untuk melupakan sejarah yang sangat penting sebagai wujud terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya dan tidak melupakan sejarahnya.  Maka tidak mengherankan kalau kemudian banyak dari kita tidak memahami sejarah perumusan Pancasila sebelum kita merdeka?, kapan Pancasila disyahkan sebagai ideologi resmi negara..?. Termasuk tercatat dalam sejarah bagaimana upaya tiga kali PKI berusaha merubah ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis yang puncaknya pada setiap tanggal 1 Oktober mengapa harus diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila.
            Selain eforia yang berlebihan pada era reformasi sekarang ini, maka ditinggalkannya peringatan hari kesaktian Pancasila sekarang ini karena Peringatan ini dianggap tidak terlalu penting karena kewaspadaan terhadap partai Komunis sudah mulai berkurang, seiiring dengan keberhasilan pembangunan khususnya bidang politik dan keamanan yang dianggap sudah mampu menumpas bahaya disentegrasi bangsa yang mengancam NKRI seperti yang terjadi di Aceh, Maluku, Papua dan lain-lain. Selain itu Peringatan hari kesaktian Pancasila dianggap merupakan produk orde baru, sehingga seiring dengan tumbangnya orde baru maka peringatan tersebut cenderung ditiadakan, padahal tidak semua produk orde baru tersebut jelek dan tidak  dilaksanakan sebagai wujud dan kepedulian kita terhadap ideologi Pancasila sebagai ideologi nasional yang mengalami percobaan berkali-kali.
MAKNA HARI KESAKTIAN PANCASILA
            Kalau dikaji ulang mengapa bulan oktober ini kita semua harus belajar tentang makna hari kesaktian Pancasila, maka setidaknya dengan peringatan hari kesaktian Pancasila kita dapat mengambil beberapa makna antara lain :
1.UNTUK MEMPERKOKOH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA
Banyak sekali fungsi dan peran Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara, tetapi diantara fungsi dan peran tersebut yang paling strategis adalah peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
           Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut A. Kardiyat Wiharyanto dosen Universitas Sanata Dharma Yogjakarta pada dasarnya untuk memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi dasar sebuah negara. Sebagai dasar negara Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.
                        Perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam bentuk  peraturan perundang-undangan bersifat imperatif (mengikat) bagi penyelenggara negara, lembaga negara, lembaga kemasyarakatan, warga negara Indonesia dimanapun berada, penduduk diseluruh NKRI. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti Pancasila sebagai petunjuk arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap WNI baik sikap , perilaku maupun tutur kata bahasanya harus mencerminkan dan  pancaran dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.
2. PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA SEBAGAI MEDIA REFLEKSI BANGSA
            Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut A Kardiyat Wiharyanto seharusnya dijadikan media refleksi untuk merenungkan bagaimana bangsa Indonesia saat ini menggunakan Pancasila untuk hidup berbangsa dan bernegara. Dalam masa transisi ke arah demokrasi yang sebenarnya saat ini, ternyata telah terjadi krisis dan disentegrasi moral dan mental. Dalam rangka mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat terpanggil untuk membela dan  merevitalisasi Pancasila yang sedang berada diambang bahaya, karena mulai banyak dilupakan. Dalam konsteks inilah kita perlu merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis. Seluruh lapisan masyarakat harus menyadari bahwa tanpa plaform dalam format dasar negara atau ideologi yang kuat maka suatu bangsa akan mustahil untuk mempertahankan survivalnya. Kejadian di Uni Soviet dan Eropa Timur di tahun sembilan puluan dapat kita jadikan pelajaran penting bagaimana membangun  ideologi kuat sebagai modal dasar mempertahankan eksistensi sebuah bangsa dan negara..
3. BENTENG DARI ANCAMAN DESINTEGRASI BANGSA
            Penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara bukan pekerjaan yang sederhana dan mudah. Proses pengesahannya melalui jalan yang panjang penuh perdebatan yang berbobot, rasa tanggung jawab yang besar terhadap nasib bangsa dikemudian hari, tetapi juga penuh dengan rasa persaudaraan yang akrab.
            Kiranya kita perlu sadari bahwa kebhinekaan maupun kesatuan Indonesia adalah suatu kenyataan dan selayaknya suatu persoalan walaupun proses integrasi bangsa terus berjalan, namun potensi-potensi yang disentegratif belum hilang, bahkan amat mungkin tidak pernah hilang. Hal itu sebagai konsekuensi serta mendasarkan diri pada Pancasila. Pancasila amat menekankan kesatuan dan persatuan, tetapi tanpa mematikan atau melenyapkan kebhinekaan yang ada. Dilain pihak Pancasila menerima dan menghargai kebhinekaan, tetapi dalam batas-batas yang tidak membahayakan atau menghancurkan kesatuan dan kesatuan bangsa. Potensi desintegrasi bangsa yang terjadi dan berkembang akhir-akhir ini merupakan cobaan dan ujian bangsa menuju bangsa kuat dan maju.
Oleh karena itu semua persoalan tersebut dapat dipecahkan seandanyai kita memiliki ideologi yang kuat dan Pancasila dijadikan acuan utama dalam memecahkan segala persoalan-persoalan tersebut.Momentum Kesaktian Pancasila seharusnya dijadikan semangat untuk menjadikan Pancasila sebagai sarana paling ampuh sekali untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Karena Pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai, norma norma oleh bangsa Indonesia diyakini paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai tepat bagi bangsa Indonesia sehingga dapat mempersatukan bangsa Indonesia.
4. MEMPERKUAT SEMANGAT NASIONALISME DAN PATRIOTISME BANGSA
            Era globalisasi dan modernisasi bangsa merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Disadari atau tidak hal tersebut akan berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara. Disebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi globalisasi akan menjadikan mereka untuk lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotisme. Bahkan walaupun mereka harus belajar dan bekerja di luar negeri sekalipun tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsanya. Tetapi bagi sebagian lapisan masyarakat yang lain maka justru pengaruh globalisasi dan modernisai sedikit demi sedikit melunturkan rasa nasionalisme dan patriotisme mereka. Disamping karena minimnya pemahaman mereka tentang ideologi Pancasila juga karena pengaruh ideologi lain yang memaksa mereka kurang memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara.Oleh karna itu peringatan hari kesaktian Pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur.
            Mengkaji ulang makna hari kesaktian Pancasila bukan hanya sekedar mengingat sejarah terhadap peristiwa keji pembrontakan G 30 S/PKI yang seharusnya diketahui oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia terutama generasi mudanya. Peringatan lewat upacara-upacara bendera di sekolah seperti zaman orde baru dahulu, seharusnya tetap dilaksanakan disekolah-sekolah maupun di instansi pemerintah dalam batas-batas yang wajar sebagai pengingat momentum bersejarah yang tak pernah terlupakan. Tetapi ada ada hal terpenting dari moementum kesaktian Pancasila yaitu Pancasila harus dijadikan paradigma dalam pembangunan, Pancasila harus dijadikan acuan utama memcahkan problematika yang terjadi dalam bidang pembagunan baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam. Dan yang paling utama tentunya walaupun sekarang tidak ada lagi P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), semua komponen masyarakat Indonesia harus bertekat dan bersatu untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Semoga!


referensi : http://taufiknasionalis.blogspot.com/2012/12/mengkajikembali-makna-hari-kesaktian.html

Minggu, 30 Desember 2012

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK) di dalam masyarakat



   Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi   ( TIK) di dalam masyarakat


BAB I
PENDAHULUAN
  1. A.    Latar Belakang Masalah
Dalam kenyataan yang ada sekarang ini tak dapat kita pungkiri lagi semua hal yang ada disekitar kita telah dipengaruhi  oleh ganasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).  Yang mana semua itu akan memberikan kontribusi yang sanagat besar terhadap pembentukan perilaku-perilaku dan kepribadian manusia.
Seperti kita ketahui, alat komunikasi telah kita kenal sejah berabat-abat lalu, walaupun masih sangat sederhana sekali. Misalya menyampaikan surat dengan menggunakan burung merpati. Kemudian sebuah titik yang bermula pada suatu pemikiran yang ulet, telah menjadikaan sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan bernama TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI. Dunia saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Konsumsi masyarakat khususnya bagi mahasiswa akan teknologi informasi dan komunikasi semakin menggila dan membludak.
Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi pengalihan fungsi dari TIK itu sendiri, menjadi sangat umum, karena adanya fitur-fitur yang dulunya memang tidak ada kini telah komplit dalam satu produk. Perkembangan ini menuntut setiap individu untuk selalu meng-update hal-hal terbaru yang ada guna pemenuhan kebutuhannya.
Kita lihat kembali beberapa tahun yang lalu teknologi canggih misalnya laptop dan  handphone dulunnya hanya dimiliki oleh kalangan menengah keatas. Seiring berjalannya waktu teknologi ini bisa dimiliki oleh semua kalangan.  Baik yang sangat membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan. Kini semua kalangan telah dapat merasakannya.
Dunia TIK adalah dunia untuk berkomunikasi, berbagi, mencipta dan menghibur dengan suara, tulisan, gambar, musik dan video.  Sekarang harga yang ditawarkan pun cukup sangat terjangkau, khususnya baru-baru ini karena terjajah oleh produk China yang sangat cepat merambah ke pasaran domestik dengan berbagai fitur handphone yang sangat kompleks.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah membius sebagian besar remaja ataupun mahasiswa untuk setidaknya dalam sehari selalu bermanja dengannya. Bahkan lebih dari 8 jam mereka berinteraksi dengan teknologi itu sehingga semua dapat terlupakan. Tidak jelas apa yang mereka kerjakan selama 8 jam itu. Ada yang hanya bermalasan saja, sangat sedikit sekali mereka yang memanfaatkan TIK ini untuk mencari bahan-bahan kuliah atau info-info yang penting. Mereka hanya asik dengan chating dan jejearing sosial misalnya FB dan TWITTER dan yang memiriskan sekali mereka malah mencari gambar dan video yang semestinya tak patut mereka cari. menyebabkan mereka malas.
Sekarang di kalangan remaja penggunaan handphone itu bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan alat multi fungsi baik sebagai alat komunikasi dan mencari informasi tapi dijadikan juga sebagai ajang pamer dan sombong. Mereka akan senang dan bangga bila HP nya atau Laptonya paling bagus dan paling mahal. Karena fitur yang ditawarkan oleh alat-alat teknologi informasi dna komunikasi ini merupakan fitur yang multi fungsi maka para remaja dapat menggunakan secara positif dan negatif tergantung dari tiap individu, seperti contoh diatas. Semua itu akan menyumbangkan berbagai  dampak yang baik dan buruk terhadap warna hidup remaja itu sendiri baik  hari ini dan esok hari.
Dengan perkembangan TIK ini yang sangat pesat, secara tidak langsung akan memberikan asupan pengetahuan yang tidak langsung dapat meracuni otak kita semua. Sehingga kita akan terhanyut dalam aliran itu dengan penampakan sikap dan perilaku keseharian kita.
Secara logis perilaku sangat erat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana kita berada. Lingkungan yang baik maka akan memberikan dampak yang baik pula terhadap perilaku kita dan sebaliknya lingkungan yang kurang baik maka akan memberikan dampak yang kurang baik pula bagi kita. Salah satunya adalah perkembangan TIK itu terhadap perilaku dan sikap manusia khususnya mahasiswa.
Sumbangan yang besar dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini tak lain adalah keberhasilan si anak dalam belajar. Pemanfaatan yang baik dari TIK ini akan sangat membantu prestasi belajar. Banyak bahan yang bisa kita dapat sehingga kita lebih baik lagi. Namun sebaliknya, banyak penyalahgunaan yang dilakukan para mahasiswa itu sendiri. Yang berdampak pada merosotnya hasil atau prestasi belajar si mahasiswa itu sendiri.
  1. B.     Identifikasi Masalah
    1. Banyaknya gerusan moral yang disebabkan oleh perkembangan zaman yang ditandai oleh pesatnya perkembangan TIK.
    2. Kecenderungan mahasiswa yang kurang efektif dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
    3. Kecenderungan remaja mempunyai sikap santai, konsumtif, penerima, dan mudah menyerah menyebabkan mereka kurang aktif dalam belajar.
    4. Merosotnya prestasi akademik yang disiyalir karena dampak teknologi yang semakin dalam merasuki kehidupan sehari-hari para mahasiswa.

  1. C.    Batasan Masalah
Penelitian ini tidak secara umum membahas semua masalah yang teridentifikasi, tetapi dibatasi hanya sebatas hubungan antara perkembangan TIK dan pengaruhnya terhadap pembentukan perilaku dan prestasi akademis mahasiswa.


  1. D.    Rumusan Masalah
Permasalahan yang dapat diungkap dalam penelitian ini adalah;
  1. Adakah hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap pembentukan perilaku mahasiswa?
  2. Adakah hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap prestasi akademik mahasiswa?

  1. E.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
  1. Untuk mengetahui hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap pembentukan perilaku mahasiswa
  2. Untuk mengetahui hubungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap prestasi akademik mahasiswa

  1. F.     Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
  1. Bagi peneliti
Dapat memberikan wawasan lebih tentang perkembangan duinia TIK serta mampu mengimbanginya dan mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap perilaku dan prestasi belajar.
  1. Bagi sekolah
Dapat memberikan sumbangan yang baru terhadap kelangsungan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM), dengan metode yang berbau TIK sehinnga kegiatan KBM menjadi lebih efektif dan lancar.
  1. Bagi Mahasiswa
Dapat memberikan wawasan yang optimal agar mereka mampu memanfaatkannya dengan cara positif dan mampu memicu untuk terus semangat belajar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
  1. A.    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK)
    1. 1.      Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani,  technologia,  techne yang berarti ‘keahlian’ dan  logia  yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras.
Menurut Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Seorang ilmuan yaitu KENNETH mengemukakan pengertian Informasi yaitu data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia. Sedangkan MURDICK mengemukakan Informasi yaitu terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuuuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan.
Selain pengertian teknologi, dan informasi masih ada satu hal yang tak kalah pentingnya, yaitu definisi dari komunikasi. Menurut Raymond S. Ross (1974:b7) mendefinisikan komunikasi sebagai proses transdiksional yang meliputi pemisahan, pemilihan bersama lambang tertentu secara kognitif, begitu rupa sehinggga membantu orang lain untuk mengeluarkan dari pengalamannya sendiri arti atau respon yang sama dengan yang dimaksud dengan sumber.
Menurut Dance (1967) mengartikan komunikasi sebagai usaha menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal.

Sedangkan pengertian dari TIK itu sendiri payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek yaitu  teknologi informasi  dan teknologi komunikasi.  Teknologi  informasi  meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi  adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.
Jadi dari beberapa definisi diatas maka dapat kita simpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

  1. 2.      Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual  tanpa kabel, yang berwujud siaran  televisi  pada  tahun 1940-an.  Komputer  elektronik  pertama  beroperasi  pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi  komponen elektronik  melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.
Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan  blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor.  Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi  digital  mulai digunakan menggantikan teknologi  analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.
Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.  Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk  telepon seluler. Di atas  infrastruktur  telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

  1. 3.      Keuntungan dan Kerugian Penggunaan TIK
Tidak semua kemajuan yang telah dicapai akan membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia.
a)       Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
  1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to facemenjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
  2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
  3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
  4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
  5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagaicyber crime yang lainnya
  6. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
b)      Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
  1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconferenceyang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

Kerugian :
  1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
  4. B.     Perilaku
Para ilmuan dan psikolog telah banyak melakukan penelitian mengenai perilaku ini. kerena perilaku ini memberikan ciri kehidupan seseorang itu sendiri. Perilaku itu sendiri adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud di gerakan (sikap); tidak saja badan atau ucapan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Perilaku sendiri bisa berupa perilaku positif bila ia sesuai dengan norma-norma yang ada, dan aja juga perilaku negatif yaitu perilaku yang cenderung melenceng dari norma-norma. Perilku ini banyak muncul pada kalangan remaja. Seperti dijelaskan oleh James W. Van Der Zanden yaitu perilaku negatif merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan dan baik disadari maupun tidak. Perilaku merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Seiring dengan tidak disadari bahwa interaksi itu sangat kompleks sehingga kadang- kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang menerapkan perilaku tertentu. Karena itu amat penting untuk dapat menelaah alasan dibalik perilaku individu, selama ia mampu mengubah perilaku tersebut.
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme ( makhluk hidup ) yang bersangkutan. Dari sudut pandang biologis, semua makhluk hidup mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia berperilaku, karena mempunyai aktivitas masing – masing. Perilaku manusia adalah semua tindakan atau aktivitas manusia, baik yang diamati lansung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar. Menurut Skiner (1938 ), perilaku adalah suatu respon atau reaksi seseorang te rhadap stimulus ( rangsangan dari luar . pengertian itu dikenal dengan teori S-O-R (stimulus-organisme-respons). skiner membedakan respons tersebut menjadi 2 jenis, yaitu respondent response (reflexive) dan operant response (instrumental response).
Secara lebih proposional perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseoang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respon ini berbentuk 2 macam, yakni: Bentuk pasif adalah respon internal yaitu terjadi didalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Misalnya berpikir , tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung. Perilaku sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata makan disebut overt behaviour.
  1. C.    Prestasi Belajar
Tentunya setiap orang menginginkan suatu prestasi yang sangat baik dalam karirnya. prestasi di dalam Kamus Ilmiah Populer (Adi Satrio, 2005: 467) didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai. Sehubungan dengan prestasi belajar, Muray dalam Beck (1990 : 290) mendefinisikan prestasi sebagai berikut : “To overcome obstacle, to exercise power, to strive to do something difficult as well and as quickly as possible”yang artinya “Kebutuhan untuk prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin”.  Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan.
Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu pada tingkat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran yang telah dibahas dalam proses belajar mengajar dan prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran dan dapat diukur. Sehubungan dengan hal tersebut, Bloom mengungkapkan hasil dari belajar dalam Suharsimi
Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal, Noehi Nasution (1998:4).
Cronbach memberikan definisi : “Learning is shown by a change in  behavior as a result of experience”. “Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman”. Harold Spears memberikan batasan: “Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”. Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan. Geoch, mengatakan : “Learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek.
Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

  1. 1.      Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).

  1. a.         Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.
Kecerdasan/intelegensi
Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya.
Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.”
Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.”
Bakat
Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.”
Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.”

Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenai beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Selanjutnya Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah “kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus yang disertai dengan rasa sayang.”
Motivasi
Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan. Nasution (1995:73) mengatakan motivasi adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.” Sedangkan Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu.”
Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.
  1. b.      Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa, yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan sekitarnya dan sebagainya. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.”

Keadaan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia.”
Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar.

Keadaan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. Menurut Kartono (1995:6) “guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar.” Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.

Lingkungan Masyarakat
Di samping orang tua, lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.
Dalam hal ini Kartono (1995:5) berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama anak-anak yang sebayanya. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula.












BAB III
METODELOGI PENELITIAN

  1. A.    Metode Penelitian
“Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tadjoer Ridjal dalam buku Metode Penelitian Kualitatif mengatakan bahwa penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif bertujuan untuk menggali atau membangun suatu proposisi atau menjelaskan makna dibalik realita. Peneliti berpijak pada realita atau peristiwa yang berlangsung di lapangan. Apa yang dihadapi dalam penelitian adalah dunia sosial sehari-hari. Penelitian seperti ini berupaya memandang apa yang sedang terjadi dalam dunia tersebut dan melekatkan dengan temuan-temuan yang diperoleh di dalamnya. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh peneliti selama di lapangan termasuk dalam suatu posisi yang berdasar kasus atau ideografis yang mengarahkan perhatian pada spesifikasi kasus-kasus tertentu.” (Bungin, 2001: 124).
Oleh karena  itu data penelitian juga berdasar atas refleksi peneliti mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam fenomena kehidupan sosial masyarakat yang diangkat dalam penelitian.” (Bungin, 2001: 125). “Sejumlah tindakan di lapangan menggunakan beragam metode pengumpulan data, mulai dari wawancara, pengamatan, interpretasi dokumen sejarah oral dan pribadi, hingga introspeksi dan refleksi diri. “Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, dan tingkah laku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, organisasi tertentu dalam suatu konteks setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistic/menyeluruh.” (Ruslan, 2003: 213).
  1. B.    Teknik Pengumpulan Data
Sebenarnya banyak sekali teknik yang dapat kita gunakan dalam pengumpulan data dari suatu penelitian. Namun semuanya itu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Semakin banyak teknik yang digunakan maka semakin mengurangi kelemahan dari pengumpulan data tersebut.
Metode/teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan  observasi.
  1. 1.    Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Maksud mengadakan  wawancara, seperti ditegaskan oleh Lincoln dan Guba (1985:266) antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain – lain kebulatan; merekonstruksi kebulatan – kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan – kebulatan sebagai yang diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang; memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, baik manusia maupun triangulasi; dan memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.
Menurut Banister dkk (1994 dalam Poerwandari 1998: 72 – 73) wawancara adalah percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud untuk memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti, dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu tersebut, suatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain.
Wawancara memiliki bermacam-macam bentuk. Seperti yang dikemukankan oleh Patton (1980:197) yaitu: wawancara pembicaraan informal, pendekatan dengan petunjuk umum wawancara, dan wawancara baku terbuka.
Dalam penelitian ini menggunakan wawancara pembicaraan informal. Dalam wawancara ini pertanyaan yang diajukan sangat bergantung pada pewawancara sendiri. Hubungan dan suasananya pun biasa, wajar. Sedangkan pertanyaannya dan jawabannya seperti pembicaraan sehari-hari.


2.      Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Menurut Kartono (1980: 142) pengertian observasi sebagai berikut: “studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan”. Selanjutnya dikemukakan tujuan observasi adalah: “mengerti ciri-ciri dan luasnya signifikansi dari inter relasinya elemen-elemen tingkah laku manusia pada fenomena sosial serba kompleks dalam pola-pola kulturil tertentu”.
Observasi adalah teknik yang esensial dalam pengumpulan data. Seperti dikemukakan oleh Patton (1990: 201 dalam Poerwandari, 1998: 63) menegaskan observasi merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian, apalagi penelitian dengan pendekatan kualitatif.
Observasi memiliki berbagai bantuk seperti dikemukakan oleh  Moleong (2001: 126-127) pengamatan dapat dibedakan menjadi: a) pengamatan berperan serta, b) pengamatan tidak berperan serta. Pengamatan juga dapat diklasifikasikan menjadi: a) pengamatan terbuka, apabila keberadaan pengamat diketahui oleh subjek yang diteliti, dan subjek memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi dan subjek menyadari adanya orang yang mengamati apa yang subjek kerjakan, b) pengamatan tertutup apabila pengamat melakukan pengamatan tanpa diketahui oleh subjek yang diamati. Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi tertutup yaitu subjek tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi.





























DAFTAR PUSTAKA

Moleong, J. Lexy. 2005. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda
Gibson, Robert L. & Mitchell, Marianne H. 2011. Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR ( Introduction to counselling and guidance)
Arikunto, Suharsimi. 1991. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktis. Jakarta: Rineka Cipta
Rakhmat, Jalaluddin.2009. psikologi komunikasi. Bandung: ROSDA
Fauziah. 2008. Jago Teknologi Informasi & Komusikasi SMP. Jakarta: media pusindo
Susana ( 2010:01. http://suzana-it.blogspot.com. Diakses 31 Desember 2011)
Rina(2009:01. http://rinakarlinarina.blogspot.com. Diakses 31 Desember 2011)
Risyana, Eka(2009:04. http://risyana.wordpress.com. Diakses 31 Desember 2011)
Indah(www.Carapedia.com. Diakses 30 Desember 2011)